Belajar Dasar – Dasar Fotografi untuk Pemula

Source image : petapixel.com

 

Jaman sekarang gak heran banyak anak muda yang berlomba-lomba untuk menunjukan bakat mereka dalam dunia fotografi. Yap, salah satu pemicunya adalah era digital yang memaksa mereka untuk menjadi kreatif dengan cara visualisasi. Tentu gak heran karena hal itu banyak aplikasi berbasis fotografi yang bermunculan.

Fotografi dalam pandangan masarakat jaman sekarang adalah sebuah kebutuhan sehari-hari yang tdak bisa terlewatkan. Mengapa saya katakan demikian? Coba kita tengok sekeliling kita, apa pun yang terjadi, bagaimana pun kondisinya, anak muda dan kaum dewasa sering kali asik mengabadikan hal-hal yang menurut mereka spesial. Pada dasarnya hal tersebut tidaklah berdampak buruk bagi mereka (pengguna) yang dapat menempatkan porsi kebutuhan fotografi pada tempatnya. Seperti apa? Contoh mereka bisa membuat sebuah tangkapan yang bagus untuk tempat wisata yang sedang dikunjungi dan membagikannya dengan caption ajakan untuk juga berkunjung ketempat tersebut, atau membagikan sebuah foto makan dari resto yang memiliki cita rasanya yang enak kepada teman-teman social media. Hmm.. Tentu ini hal yang cukup positif kan, selain itu juga terdapat sistem marketing digital yang secara tidak langsung terjadi, hehe..

Foto- foto menggunakan aplikasi itu mah sudah biasa, jadi pada tulisan saya kali ini, kita akan mengulas beberapa hal dasar-dasar fotografi manual dengan kamera. Ada 3 hal yang harus kamu ingat dalam menggunakan mode manual di kamera :

  1. Shutter Speed
    Shutter speed, berfungsi untuk mengatur kecepatan objek yang kita foto.
  1. Aperture/Diafragma
    Aperture, memiliki dua fungsi yaitu, sebagai pengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke kamera dan sebagai pengatur ketajaman fokus pada objek yang akan kita foto
  1. ISO
    ISO, berfungsi mengukur sesitifitas cahaya pada kamera, semakin tinggi ISO yang kamu gunakan maka semakin sensitive pula kamera kamu terhadap cahaya. (Eiitsss… Tp semakin tinggi iso, hasil jepretan yang dihasilkan akan menimbukan noise yang nyebelin >,<)

Ketiga fungsi yang saya sebutkan diatas memiliki hubungan yang sangat kuat untuk menghasilkan sebuah gambar yang cukup bagus.

Aperture bertugas mengkontrol cahaya dan kecepatan pada saat yang sama, memiliki peran untuk membarikan efek ketajaman pada objek yang akan kita ambil. Untuk menghasilkan gambar yang tajam tentu berkaitan juga dengan peran shutter speed, pada hal ini ada kemungkinan kamu akan terus mengatur shutter speed untuk menghasilkan gambar yang kamu inginkan. Dalam hubungan lainya ISO juga memiliki peran yang penting yaitu membantu memberikan control cahaya tanpa kamu harus mengubah shutter speed dan ISO.

Hihi untuk lebih jelasnya berikut saya berikan contoh penjelasannya dari dua narasumber yang saya kenal :

Septa Wahyudin, seorang editor :

Saya mengibaratkan shutter speed itu seperti mata yg berkedip, aperture itu seperti lebar bukaan mata, dan ISO itu sensor cahaya di mata. Misalnya kita pake iso rendah, aperture kecil, dan shutter speed cepet gambarnya bakal sangar dan gelap.

Mohammad Ainul Yaqin, seorang animator :

Karena saya adalah orang yang tidak mudah menjelaskan sesuatu, maka saya akan langsung berikan contohnya ya.

photo by : Mohammad Ainul Yaqin

Contoh pertama saya menggunakan aperture 4.0 , shutter speed 3.2 , dan iso 100. Ini saya foto dengan low shutter speed soalnya semakin kecil semakin menghasilkan foto yang terang banget dan emang sengaja dibikin gitu buat nampilin efek trail dan menggunakan iso yang kecil 100 biar gak terlalu nyentrong fotonya, kalo pake iso yang gede 3200 atau 6400 fotonya bakal jadi putih semua alias over exposure, aperturenya sendiri dibuat standar 4.0

photo by : Mohammad Ainul Yaqin

Contoh ke dua, saya menggunakan aperture 4.0 standar, shutter speed dibikin cepet 500 dan iso 100. Kalo ngambil foto kayak orang lari biar ngefreeze gini kebalikan sama contoh yang pertama tadi. Shutter speednya dibuat gede 500 detik, dan iso nya dibikin 100 karena siang hari, hehehe..

photo by : Mohammad Ainul Yaqin

Contoh terakhir, foto si capung ini aperturenya saya buat 5.6 , shutter speed 400, dan iso 800. Karena saya ingin lebih fokus ke capungnya. Harus banget digedein aperturenya biar background keliatan ngeblur, terus di imbangi juga dengan iso yang besar 800, karena aperture 5.6 itu bukaan lensanya kecil jadi cahaya yang masuk juga kurang, mangkanya dibantu sama iso yang gede biar gak gelap.

Kesimpulannya, sering sering aja berexperimen dengan aperture, shutter speed, ISO, serta komposisi. Tidak ada acuan yang pas dalam sebuah photo, semua kembali dengan bagaimana kita mengambilnya , bawalah kamera kamu sesering mungkin dan ambillah photo apapun yang kita mau ,nikmati prosesnya dan hasil bagus bakal mengikuti.

Wah ternyata banyak info – info yang bisa kita ambil dari dua narasumber kali ini. Kamu punya info atau saran seputar fotografi, tinggalkan komentar dibawah ya. Semoga bermanfaat 😀

Andria

Iklan

12 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s