Warna – Warni Museum Angkut #andriagoestomalang

Seperti janji saya di artikel ini, pada tulisan kali ini saya mau bagi-bagi kesenangan saat liburan di Malang. Salah satu tempat yang pengen banget saya kunjungi dari lama adalah Museum Angkut. Kenapa saya pengen banget ke museum ini? Soalnya museum ini tuh konsepnya vintege banget. Banyak objek yang bisa di jadikan sarana jepret sana – sini. Dari mulai konsep penataan interior, lampu, objek pameran bahkan toko yang menjual merchandise juga toko-toko vintage gitu. Dari pada muter sana-sini dan saya jadi curhat sana-sini juga, yuk sini merapat, ada beberapa foto yang saya jepret – jepret buat kamu yang belum pernah berkunjung ke musem ini. Maafkan kalau hasilnya masih kurang memuaskan ya, masih amateur nih πŸ˜€

Museum Angkut Lantai 1
Pemandangan pertama saat memasuki Museum Angkut
Museum Angkut
Koleksi motor – motor tempo dulu dari berbagai merek motor yang terkenal pada jamannya

Foto diatas adalah penampakan lantai 1 dari Museum Angkut. Pada lantai ini, kamu bisa melihat nuansa tahun 70an. Walaupun ruangan ini dibuat dengan konsep jadul tapi tetap terasa aroma kekiniannya. Selain itu, buat kamu pecinta mobil, motor dan kendaraan tradisional, ini dia tempat untuk cuci mata dan seger – segeran hati. Banyak sekali penampakan dari mobil – mobil kece, motor – motor retro dan juga transportasi tradisional seperti andong, bajaj, becak, bemo, hingga kereta kuda yang pernah di gunakan presiden Soekarno.

Museum Angkut
Koleksi mobil jadul dari beberapa tipe merek mobil yang beken pada jamannya
Museum Angkut
Berikut ini adalah kumpulan koleksi motor dan mobil ford
Museum Angkut
Haha ini dia mobil besar pesanan ayah saya, dia wanti-wanti supaya saya ngambil foto mobil ketje ini ^^
Museum Angkut
Ini juga foto rikues. Rikues dari bos gengsternya tim asset haha

Selain banyak koleksi jenis mobil, motor, sepeda, dan aksesorisnya. Museum Angkut ini juga di desain dengan latar belakang suatu tempat agar pengunjung tidak bosan dan merasakan sesuatu yang berbeda dari museum lainnya. Pada hasil jepretan dibawah, saya memberikan gambaran beberapa lokasi dari mini kota dari beberapa tepat di Indonesia dan luar negri.Β Museum Angkut Museum AngkutBuat kamu yang tinggal di daerah Batavia, di Malang juga ada mini Batavia loh. Jujur pas dateng ke sini, kirain Kantor Pelabuhan Sunda Kelapa itu toko yang jual minuman, eh pas di deketin dan masuk, ternyata cuma toko-tokoan, hahaha.. Ini terbukti bahwa konsep mini kota yang ada di Museum Angkot ini sangat real, saya pun tertipu xD

Museum Angkut Museum AngkutKarena luasnya museum ini, pihak pengelola memberikan satu wilayah khusus, dimana kamu bisa menikmati makanan dan minuman ringan yang djual di sana. Letaknya di lokasi Gangster & Broadway (gambar diatas tulisan ini). Saya rasa pihak pengelola tepat sekali menempatkan wilayah istirahat di lokasi tersebut, karena lokasinya adalah outdoor. Kamu bebas menikmati properti yang bisa di jadikan objek foto dan juga buat kamu yang mau nikmati film jaman dulu seperti film Kingkong dan lain – lain, ada juga mini teaternya loh, tentu masih di lokasi yang sama di Gangster & Broadway. Gak ketinggalan juga toko merchandise bisa kamu datangin di area ini. Banyak barang-barang lucu yang menunggu kamu bawa pulang seperti kaos-kaos vintage bertuliskan museum angkot, tas, gantungan kunci dan pernak pernik lainnya.Museum Angkut Museum Angkut Museum Angkut Museum Angkut Museum AngkutSebenarnya lokasi mini kota ini tidak hanya dibuat untuk memberikan kesan wah saja untuk para pengunjung, melainkan juga untuk memberikan edukasi yang mendalam bagi pengunjung anak-anak yang masih haus infomasi mengenai dunia yang luas. Hmm.. Saya sih setuju banget kalau misalnya liburan hari minggu anak-anak itu di bawa ke tempat seperti ini. Biar mereka lebih mengenal seperti apa sih dunia, bukan hanya jalan ke mall, kongkow di cafe atau sekedar main game online di rumah.

Buat kamu yang tertarik berkunjung, Museum Angkut ini buka setiap hari dari senin – minggu dan juga buka di hari libur nasional. Biaya masuk ke museum ini adalah 80ribu untuk weekend (Jumat-Minggu), Hari libur nasional dan 60ribu untuk Weekday (Senin-Kamis). Memang terlihat mahal tapi ini worth it banget dengan pengalaman yang bakalan kamu dapatkan di dalamnya. Oia, untuk kamu yang akan berkunjung dengan membawa kamera atau handycam kamu akan di kenakan charge sebesar 30ribu, jadi jangan kaget kalau nanti kamu dimintai untuk membeli tiket kamera juga. Untuk kamu yang hanya menggunakan kamera ponsel tidak dikenakan biaya tiket kamera (free).

Eittss, jangan kemana-mana setelah artikel ini, akan ada artikel perjalanan lainnya yang bisa kamu baca dari #andriagoestomalang πŸ˜€

 

Iklan

5 comments

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s